HARMONISASI DAKWAH DAN BUDAYA: PERSPEKTIF WALISONGO DALAM TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT PASURUAN

Penulis

  • Muhammad Atho’ Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • M. Aqil Sunni Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Siti A'ida Lum'atul Wardah Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Anang Sholikhudin Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia

Kata Kunci:

Manajemen Dakwah Walisongo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi antara dakwah dan budaya lokal melalui perspektif Walisongo dalam tradisi keagamaan masyarakat Pasuruan. Penelitian ini berfokus pada pemahaman bagaimana strategi dakwah budaya yang diterapkan oleh Walisongo berkontribusi pada pembentukan tradisi Islam yang tetap lestari dalam masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan melalui kajian jurnal ilmiah, buku, dokumen sejarah, dan literatur terkait manajemen dakwah, penyebaran Islam, dan budaya keagamaan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walisongo menerapkan pendekatan dakwah adaptif, persuasif, dan humanistik melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal, seni, dan adat istiadat sosial. Dalam konteks masyarakat Pasuruan, pendekatan budaya ini dapat diamati melalui berbagai tradisi keagamaan seperti tahlilan, selametan, perayaan maulid, haul, dan kegiatan keagamaan berbasis pesantren yang mencerminkan harmonisasi Islam dan budaya lokal. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa model dakwah budaya Walisongo tetap relevan dalam memperkuat harmoni sosial, moderasi beragama, dan komunikasi Islam yang inklusif dalam masyarakat multikultural kontemporer. Oleh karena itu, perspektif dakwah Walisongo dapat berfungsi sebagai model kontekstual untuk mengembangkan penyebaran Islam berbasis budaya di zaman modern.

Referensi

al, A. W. (2023). “Konsep kultural dakwah Walisongo memperkuat moderasi beragama: the cultural concept of walisongo’s da’wah strengthens religious moderation,” muẚṣarah. jurnal kajian islam kontemporer 5, 2, 85–92.

al, F. K. (2025). “Decolonizing gendered readings: post-colonial indonesian qur’anic exegesis and the reframing of women in Islamic discourse,”. Journal of ushuluddin and islamic thought 3, 1, 130–65.

al, S. F. (2025). “Peran Walisongo dalam peradaban Islam Indonesia,”. Journal Sains Student Research 3, 4, 1048–60.

Asila Annida Nur Hamidi, K. N. (2025). “Tradisi nyewu pada masyarakat jawa dalam perspektif islam,” imtiyaz. Jurnal Ilmu Keislaman 9, 1, 14–26.

Chotib, M. Q. (2024). “Periodisasi Islam nusantara sejak era Walisongo : periodization of Indonesian Islam since the Walisongo era,” Islam nusantara. Journal for the Study of Islamic History and Culture 5,, 2, 89–112.

Dwi. (n.d.). “Strategi dakwah majelis sholawat dalam pembinaan akhlak remaja di desa tanjung anyar, kec way ratai, pesawaran.”.

Fakhruddin, M. S. (2022). “Islam kosmopolitan Gus Dur dalam konteks sosio-keagamaan di Indonesia,”. Journal of Islamic Thought and Philosophy 1, 1, 1–26.

Gymnastiar herdiansyah, i. a. (2025). “Traditional sundanese games as community-based learning media for interreligious tolerance: a qualitative case study at sakola motekar, west java, Indonesia,”. journal of contemporary rituals and traditons 3, 2, 181-208.

Hasanah, F. (2023). “Lingkaran keilmuan ulama pesantren abad 17-18 (analisis buku jaringan ulama timur tengah dan kepulauan nusantara abad 17-18 karya prof. azyumardi azra),”. tafhim al-’ilmi 14, 2, 310–20.

Husain, M. Z. (2025). “religious moderation and the development of multicultural societies in Indonesia: a normative-Islamic legal study,” Asean. Journal of Islamic studies and civilization (AJISC) 2, 1, 27–60.

imawan, D. h. (2021). The contribution of alawiyyin scholars in grounding Islam in the archipelago in the 15th-16th century ad.

Karim, A. R. (2023). “Da’wah bil-hikmah: tracing sunan kalijaga’s footsteps in the transformation of Islamic society,”. Jurnal Ilmu Dakwah 43, 2, 281–96.

librianti, A. k. (2020). “Dakwah kultural: relasi Islam dan budaya lokal,” ath thariq. jurnal dakwah dan komunikasi 3, 2, 179–92.

Mahmud, N. A. (2025). “Perencanaan strategis dakwah dalam perspektif al-qur’an:(telaah atas konsep tadbir dan hikmah),” al-zayn. Jurnal ilmu sosial & hukum 3, 6, 10543–57.

Moh Ali Aziz, I. D. (2024). Prenada Media. Retrieved from https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=75gFEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=ilmu+dakwah&ots=I56e6Pt5xb&sig=vX-k9rBUS0I3-JiYcGXt4JF6CxA

mukzizatin, S. (2024). “Inklusivitas dakwah Islam dalam pendidikan Kewarganegaraan perspektif al-qur’an” . Universitas ptiq Jakarta.

Rahman, A. K. (2022). “Islamic environmental ethics: a model for shaping muslim attitudes in helping to promote environmental education, awareness and activism”. University of Wales Trinity Saint David (United Kingdom.

Rahmawati dwi. (2025). “Strategi dakwah majelis sholawat dalam pembinaan akhlak remaja di desa tanjung anyar, kec way ratai, pesawaran”. uin raden intan lampung.

Ribawati, A. Q. (2025). “Tradisi tahlilan sebagai kearifan lokal islam nusantara: perspektif historis dan nilai sosial budaya masyarakat jawa,” triwikrama. jurnal ilmu sosial 9, 9, 81–90.

Rosyid, L. A. (2025). “Representasi Islam moderat dalam dakwah Walisongo: telaah historis dan kultural,”. interdisciplinary explorations in research journal 3, 2, 486–505.

Santoso, A. G. (2025). “Affirming religious moderation as a state doctrine: a study of government regulations, programs, and implementation challenges". ” International conference on education, peace, and social justice 1, 1, 94–116.

Unduhan

Diterbitkan

23-05-2026

Cara Mengutip

Muhammad Atho’, M. Aqil Sunni, Lum’atul Wardah, S. A., & Anang Sholikhudin. (2026). HARMONISASI DAKWAH DAN BUDAYA: PERSPEKTIF WALISONGO DALAM TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT PASURUAN. Al-Insyirah: Jurnal Pendidikan Dan Konseling Islam, 1(2), 25–40. Diambil dari https://e-journalbarokahpublisher.com/index.php/AJPKI/article/view/332

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama