AKULTURASI DAN KARAKTERISTIK PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA ERA WALISONGO

Authors

  • Anzilna Mubarokah F.Z Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Aini Firdausi Nuzula Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • M. Ali Mufi Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Anang Sholikhuddin Fakultas Pendidikan Agama Islam , Universitas Yudharta Pasuruan , Indonesia

Keywords:

Islamic Civilization,, Walisongo, Cultural Acculturation,, Cultural Da'wah,, Nusantara,

Abstract

Proses Islamisasi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, tidak terlepas dari peran sentral Walisongo pada abad ke-15 hingga ke-16. Keberhasilan mereka tidak semata-mata karena faktor politik atau ekonomi, melainkan karena pendekatan kultural yang bijaksana, yang kemudian melahirkan peradaban Islam Nusantara yang khas. Artikel ini mengkaji bagaimana Walisongo mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal yang telah mengakar kuat, serta karakteristik budaya yang dihasilkan dari akulturasi tersebut. Melalui metode penelitian kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis berbagai literatur tentang strategi dakwah, akulturasi, dan peninggalan Walisongo. Hasil kajian menunjukkan bahwa Walisongo menggunakan strategi dakwah yang akomodatif, meliputi bidang kesenian (wayang, gamelan), arsitektur (Masjid Demak), sastra (tembang suluk), dan tradisi ritual (slametan, sekaten). Karakteristik budaya yang terbentuk adalah Islam yang toleran, sinkretis, namun tetap berpegang pada nilai-nilai tauhid. Kesimpulannya, peradaban Islam era Walisongo merupakan hasil dialektika antara universalitas Islam dan kearifan lokal, yang menjadi fondasi identitas keislaman Indonesia yang moderat hingga saat ini.

References

Afandi, A. J. (2023). Islam and Local Culture: The Acculturation Formed by Walisongo in Indonesia. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 4(1), 55–68.

Azra, A. (2002). Islam Nusantara: Jaringan lokal dan global. Mizan.

Beatty, A. (1999). Varieties of Javanese religion: An anthropological account. Cambridge University Press.

Kharis, M. A. (2020). Islamisasi Jawa: Sayyid Ja’far Shadiq dan Menara Kudus sebagai media dakwahnya. Jurnal Indo-Islamika, 10(1), 1–14.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah (Edisi ke-2). Tiara Wacana.

Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang budaya (Jilid 1-3). Gramedia Pustaka Utama.

Marsono. (2016). Akulturasi penyebutan konsepsi Tuhan pada teks sastra Suluk. Laporan Penelitian (Tidak Diterbitkan), Universitas Gadjah Mada.

Masyitoh, R., & Subekti, S. (2022). Strategi dakwah Walisongo di Nusantara. Jurnal Kajian Keislaman, 5(2), 111–127.

Nurul Syalafiyah, & Budi Harianto. (2020). Walisongo: Strategi dakwah Islam di Nusantara. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 1(2), 41–52.

Siroj, S. A. (2015). Islam sumber inspirasi budaya Nusantara menuju masyarakat mutamaddin. LTN NU.

Sofwan, R., dkk. (2000). Islamisasi di Jawa: Walisongo penyebar Islam di Jawa menurut penuturan Babad. Pustaka Pelajar.

Sunyoto, A. (2014). Atlas Walisongo (Edisi ke-4). Pustaka IIMaN.

Published

2026-05-29

How to Cite

Anzilna Mubarokah F.Z, Aini Firdausi Nuzula, M. Ali Mufi, & Sholikhuddin, A. (2026). AKULTURASI DAN KARAKTERISTIK PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA ERA WALISONGO. International Journal of Islamic Education and Religious Studies, 1(2), 41–49. Retrieved from https://e-journalbarokahpublisher.com/index.php/AJPKI/article/view/333

Issue

Section

Articles