IMPLEMENTASI SERTIFIKAT TANAH ELEKTRONIK TERHADAP KEPASTIAN HUKUM DI KOTA MEDAN
Kata Kunci:
Land Digitalization, Legal Certainty, City of Medan, Electronic Certificates, Elements of a Criminal ActAbstrak
Transformasi digital pengelolaan lahan melalui sertifikat tanah elektronik merupakan langkah penting dalam reformasi birokrasi dan modernisasi sistem administrasi pertanahan nasional. Landasan hukum untuk hal ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Bidang Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sertifikat elektronik terkait kepastian hukum menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan legislatif dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tidak bertentangan dengan UU Pertanahan Tahun 1960 (UUPA) atau Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 dan didukung lebih lanjut oleh pengakuan dokumen elektronik dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Secara normatif, sertifikat elektronik telah memenuhi aspek legalitas dan kejelasan hukum; namun, kepastian hukum substantif masih bergantung pada validasi data, keamanan siber, perlindungan data pribadi, dan kesiapan kelembagaan. Di kota Medan, penerapan sertifikat elektronik berpotensi meningkatkan transparansi dan akurasi dalam administrasi tanah, namun masih memerlukan penguatan teknis dan kelembagaan untuk mencegah ketidakpastian hukum baru.
Referensi
P. Pusat, Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Indonesia, 1960.
F. M. H. Harefa, M. Yamin, B. Ginting, and A. Haris, “Tata Kelola Pertanahan Dalam Memenuhi Asas Transparansi Dan Akuntabilitas Dalam Penerbitan Sertifikat Pada Kantor Pertanahan Kota Medan,” J. Media Akad. (JMA)Akademik, vol. 2, no. 3, pp. 1–28, 2024.
M. I. Kamil, H. Ulum, and A. Widiyantoro, “Implementasi Asas Kontradiktur Delimitasi Dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Studi Kasus Di Kantor Pertanahan Kota Mataram),” J. Huk. UNIZAR, vol. 6, no. 1, pp. 140–151, 2023.
P. D. Ameyaw and W. T. D. V. Vries, “Toward Smart Land Management: Land Acquisition And The Associated Challenges In Ghana. A Look Into A Blockchain Digital Land Registry For Prospects,” Land, vol. 10, no. 3, p. 239, 2021, doi: https://doi.org/10.3390/land10030239.
J. Zendrato, I. G. T. Wiweka, M. Hayati, G. A. G. Purba, I. B. G. P. Jelantik, and I. G. N. D. Laksana, “Analisis Hukum Peralihan Sertifikat Tanah Konvensional Kesertifikat Tanah Elektronik di Indonesia Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 1 Tahun 2021,” J. Media Akad., vol. 3, no. 7, pp. 1–14, 2025, doi: https://doi.org/10.62281/v3i7.2518.
L. Judijanto, “The Challenges and Prospects of Electronik Land Certification in Indonesia,” J. Int. Cris. Risk Commun. Res., vol. 7, no. 10, pp. 1182–1198, 2024, doi: 10.63278/jicrcr.vi.530.
R. A. Putra and A. Winanti, “Urgensi dan Kendala Dalam Penerbitan Dokumen Sertifikat Tanah Elektronik Pasca Praturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023,” J. USM Law Rev., vol. 7, no. 2, pp. 835–852, 2024, doi: https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9178.
Z. A. Rangkuti, B. M. Batubara, and M. S. Lubis, “Pelayanan Publik Pada Badan Pertanahan Nasional di Kota Medan,” J. Stud. Pembang., vol. 4, no. 1, pp. 42–49, 2025.
N. H. Sari, “Bentuk Perlindungan Hukum Penerbitan Sertifikat Tanah Berbasis Elektronik (Tinjauan Yuridis Peraturan Mentri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Sertifikat Elektronik),” J. Sains Student Res., vol. 2, no. 1, pp. 773–784, 2024.
A. M. I. Rachman and E. D. Hastri, “Analisis Kendala Implementasi Peraturan Mentri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Sertifikat Elektronik,” Tinj. ukum Mulawarman, vol. 6, no. 2, pp. 91–104, 2021.
M. Kassen, “Blockchain And Public Sector Innovations: Understanding Decentralized Models Of Technology Adoption In E-government,” Eur. J. Soc. Sci. Res., 2025, doi: https://doi.org/10.1080/13511610.2025.2591031.
R. Maheswari and S. Kumar, “RCUBE: Blockchain-Based Land Registry System,” Glob. Knowledge, Mem. Commun., 2025, doi: https://doi.org/10.1108/GKMC-05-2024-0284.
Luthfiana, “Analisis Perlindungan Hukum Atas Perubahan Sertifikat Manual ke Digital Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan PertanahanNasional Nomor 1 tahun 2021 Tentang Sertifikat Elektronik (Studi Kasus Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakar,” J. Penelit. Sos., vol. 1, no. 2, pp. 47–54, 2024.
A. F. Rizal, Istijab, and W. Ariesta, “Tinjauan Yuridis Terhadap Pendafatran Tanah Dengan Penerapan Sertifikat Elektronik Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN No.1 Tahun 2021 Tentang Sertifikat Elektronik,” Indones. J. Islam. Jurisprudence, Econ. Leg. Theory, vol. 3, no. 3, pp. 2362–2370, 2025.
S. A. Shella and R. D. Ramasari, “Tinjauan Yuridis tentang Kekuatan Hukum Sertifikat Tanah Elektronik Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2021,” J. Huk. dan Etika Kesehat., vol. 2, no. 1, pp. 1–14, 2022, doi: https://doi.org/10.30649/jhek.v2i1.38.
A. Rahman, S. Wahyuningsih, Wiwiek Andriyani, and D. A. Mulada, “Tanah Pasca Berlakunya Peraturan Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik,” J. Kompil. Huk., vol. 10, no. 1, pp. 234–243, 2025.










